← Kembali ke Artikel
Dipublikasikan pada: 25 September 2026

Langkah Tepat Mengukur Bukaan Kusen Sebelum Renovasi Pintu dan Jendela

Langkah Tepat Mengukur Bukaan Kusen Sebelum Renovasi Pintu dan Jendela

Ketahui cara mengukur dimensi bukaan dinding (opening) dengan toleransi yang tepat agar proses instalasi kusen berjalan mulus tanpa merusak plesteran.

Salah satu kendala paling sering terjadi dalam pemasangan kusen aluminium saat renovasi adalah perbedaan ukuran antara kusen yang telah difabrikasi di workshop dengan bukaan dinding riil di lapangan. Berbeda dengan kusen kayu konvensional yang dapat diserut di tempat, kusen aluminium memerlukan dimensi bukaan yang akurat sejak awal.

1. Metode Pengukuran Tiga Titik

Dinding bangunan tidak selalu tegak lurus sempurna. Karena itu, lakukan pengukuran pada tiga titik berbeda:

  • Lebar (Horizontal): Ukur lebar bukaan tembok pada bagian atas, tengah, dan bawah. Gunakan angka pengukuran yang terkecil sebagai acuan pembuatan kusen.
  • Tinggi (Vertikal): Ukur tinggi bukaan pada sisi kiri, tengah, dan sisi kanan. Selalu pastikan garis level lantai finish keramik sudah ditetapkan sebelumnya.

2. Pemeriksaan Kesikuan Diagonal

Gunakan meteran untuk mengukur silang diagonal dari sudut kiri atas ke kanan bawah, dan sudut kanan atas ke kiri bawah. Jika kedua angka diagonal sama persis, bukaan dinding dapat dipastikan telah siku (90 derajat).

3. Toleransi Spasi Sealant (Gap Clearance)

Beri toleransi celah sebesar 5 mm hingga 10 mm di sekeliling kusen. Celah ini mutlak diperlukan untuk:

  • Memudahkan penyetelan kelurusan waterpass saat kusen dimasukkan ke dalam lubang dinding.
  • Menampung lapisan sealant silikon netral yang berfungsi sebagai peredam getaran sekaligus penahan air rembesan hujan dari celah dinding.